PENATAAN LINGKUNGAN BALAI DESA


Perubahan iklim dan kondisi lingkungan suatu daerah pada dasarnya bersifat alamiah. Meskipun kondisi iklim setiap bulan mengalami perubahan seperti curah hujan  pertahun  tetapi kondisi topografi, tanah, dan ketersediaan air  tidak bisa berubah secara alami. Manusia hanya bisa melakukan perubahan secara buatan untuk menyeimbangkan kelestarian lingkungan sekitar. Kegiatan yang bisa dilakukan seperti melakukan penghijauan lingkungan. Dalam hal ini, tidaklah berlebih jika penghijauan dilakukan di desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Hal itu mengingat kurangnya populasi tanaman disekitar sehingga mengakibatkan rendahnya penyerapan air dan minim lingkungan hijau yang asri. Penghijauan dibalai desa Apaan dilakukan untuk mengubah iklim mikro lingkungan tersebut dan untuk menangani krisis lingkungan di Desa Apaan.
Penghijauan balai desa Apaan dilakukan pada tanggal 18 Juli dan 19 Juli 2019. Penghijaun pada hari pertama fokus pada penanaman tanaman hias pada taman gantung dibalai desa Apaan. Hari kedua dilakukan penanaman diareal depan balai desa Apaan. Penghijauan dilakukan dengan menanam balai desa dengan tanaman hias yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan di desa Apaan. Desa apaan memiliki curah hujan yang rendah dan tekstur tanah keras sehingga media tanam yang digunakan berasal dari tanah mediteran dan ditambahkan pupuk organik sebagai agen produksi unsur hara. Jenis tanaman yang digunakan yaitu kerokot, beras wutah, pucuk merah, lidah buaya, Rhoeo Discolor, Cocor Bebek dan Sri Rejeki.
Penghijauan dilakukan oleh seluruh mahasiswa KKN 02. Sebelum melakukan penanaman, perlu dilakukan pengolahan tanah dan penyiangan gulma disekitar area tanam. Penyiangan dilakukan secara kimia yaitu menggunakan herbisida. Penanaman pada taman gantung menggunakan botol bekas ukuran 1 liter. Botol bekas dilubangi bagian tengahnya sebagai tempat tumbuh. Botol diwarna merah dan putih serta setiap sisi botol diberikan kawat yang nantinya ditautkan dengan botol selanjutnya sehingga botol-botol tersusun secara vertikal. Penyusunan secara vertikal diharapkan mampu mengefisiensikan penggunaan air, karena kita tau jika Desa Apaan salah satu desa yang ketersediaan air tawar rendah. Sedangkan tata kelola taman depan media tanam yang digunakan yaitu menggunakan polybag dan bambu yang telah diisi tanah dan pupuk organik (3:1).
Kegiatan penghijauan dibalai desa Apaan mampu mengubah iklim mikro sekitar sehingga mampu menghasilkan lingkungan yang lestari. Meskipun populasi tanaman hias yang ditanam tidak begitu banyak namun setidaknya masih bisa menyumbangkan O2. Selain itu, tumbuhnya lingkungan menciptakan lingkungan yang lestari. Namun kendala dalam kegiatan penghijauan ini yaitu rendahnya perawatan pada tanaman hias sehingga banyak tanaman yang layu dan mati. Perawatan yang seharusnya dilakukan yaitu melakukan penyiraman secara rutin, memberikan pupuk dan melakukan penyiangan jika populasi gulma yang tumbuh tinggi. Target yang ingin dicapai dalam program kerja penghijauan masih belum optimal karena masih rendahnya partisipasi perangkat desa dalam mensukseskan kegiatan ini. Rendahnya rasa ingin menjaga dan ketersediaan air tawar juga menjadi salah satu ketidaktercapainnya target. Meskipun jenis tanaman yang ditanam tidak membutuhkan banyak perawatan air tetapi masih membutuhkan asupan air dan unsur hara makro dan mikro.    

Comments