MATA PENCAHARIAN WARGA DESA


MATA PENCAHARIAN WARGA DESA APA’AN


1.      PETANI GARAM

Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki banyak kekayaan alam yang melimpah, salah satunya kekayaan alam dari air laut yakni Garam.
Garam merupakan sumber mata pencaharian bagi warga yang ada di desa Apa’an Saat musim kemarau. mereka membuat garam di tambak-tambak yang letaknya tidak jauh dari laut atau pantai.
Garam di hasilkan dari air laut yang di alirkan ke tambak, kemudian di biarkan terpapar/terpanggang sinar matahari selama beberapa hari sehingga air menguap dan hanya ada sisa-sisa kristal garam yang sudah siap panen.
Faktor pendukung terbesar produksi garam ini ialah iklim cuaca yang cukup panas pada musim kemarau menjadikan produksi garam cukup menjanjikan.Sehingga pada musim kemarau para petani garam dapat memperoleh upah dan hasil 2 kali lipat dibandingkan pada musim-musim yang lain.
Pendistribusian garam di desa Apa’an tidak terlalu susah karena Dengan adanya PT garam yang berada di desa pagarengan. PT garam yang ada di desa pangarengan memudahkan petani untuk menjual hasilnya. Setiap m2 tambak dapat menghasilkan 2 ton garam dalam kurun waktu pembuatan 1-3 bulan dengan harga jual 45-60 ribu perkarung dengan berat sekitar 50-60 kilogram selama musim kemarau.

2.      PETANI TEMBAKAU

Tembakau merupakan salah satu komoditas penting di indonesia. Selain bekerja sebagai petani garam warga desa Apa’an juga bekerja sebagai petani tembakau dan jagung pada musim kemarau dan pada saat musim penghujan datang mereka memanfaatkan sawahnya untuk menanam padi.
Struktur tanah kering dan curah hujan rendah membuat tembakau ini tumbuh subur di desa apa’an. Selain menjadi tempat produksi tembakau desa apa’an juga sebagai sentra produksi garam. Dusun Combi, Beringin, Cangkarman dan Duko salah satu dusun produksi garam.  
Desa Apa’an tidak hanya menanam komoditi tembakau tetapi juga jagung. Meskipun produktivitas jagung yang ditanam tidak seluas produktivitas tembakau. Jagung yang ditanam masyarakat biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri sehingga masyarakat sekitar tidak terlalu banyak yang menanam jagung dibandingkan tembakau. Warga desa Apa’an yang menanam komoditas jagung dan tembakau yaitu dusun Combih dan Duko.

3.      PETANI TAMBAK BANDENG

Pada saat musim penghujan tiba warga desa Apaan khususnya dusun bringin beralih mata pencaharian dari petani garam menjadi sebagai petani tambak bandeng.
Usaha bandeng secara nyata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar karna omset yang di dapat dari tambak bandeng sangat menjanjikan.
Bandeng yang ada di desa apaan mempunyai ciri khas tersendiri tidak sama seperti bandeng yang dari desa lain atau daerah selain sampang.
Selain sebagai omset masyarakat desa apaan tambak bandeng tersebut berguna untuk memasok produk unggulan yang terdapat di desa apaan.



Comments